Breaking News

Pandeglang Dapat Kuota Haji 1.026 Jamaah



Kasi Haji pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang, Wawan Sofwan mengatakan daerah ini pada 2019 mendapat kuota haji sebanyak 1.026 orang, atau lebih banyak dibandingkan tahun 2018.

"Tahun lalu hanya 870, sekarang mendapatkan jatah 1.026, ini karena kebijakan Kanwil Kemenag Banten," katanya pada acara pembukaan manasik haji di KBIH Mulyajati Cikole, Pandeglang, Senin.

Ia menjelaskan, di Provinsi Banten pembagian kuota haji tidak dihitung menurut jumlah penduduk, namu masih kebijakan pimpinan atau Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten.

Wawan mengatakan, Daftar tunggu estimasi nasional kurang lebih15-18 tahun, namun, realnya tergantung kuota haji Provinsi Banten seklitar 9.420 orang per tahun.

"Kenapa harus kebijakan, karena penumpukan jamaah itu adanya daerah Tangerang, kalau bukan kebijakan yang digunakan tentu wilayah tersebut akan kebagian sedikit. Maka dari itu penentuan jamaah dilihat dari kuota Banten dan kebijakan Kanwil Banten agar merata," tuturnya. "Pemberangkatannya pasa tanggal 24 juli, dan Pandeglang terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter)," katanya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita berharap semua proses pemberangkatkan jamaah haji asal daerahnya berjalan lancar, dan karena itu jamaah diminta mengikuti manasik haji sebagai panduan agar bisa menjalankan semua syarat dan rukun haji secara benar.

"Saya punya pengalaman pada tahun 1998 ketika akan haji, saat itu kami tidak ikut manasik karena ada kepentingan, saya pikir gampang ternyata sangat sulit melaksanakan syarat, rukun dan sunnah haji itu," katanya.

Oleh sebab itu, Irna mengimbau kepada seluruh jamaah calon haji dari Kabupaten Pandeglang dapat mengikuti acara manasik haji dengan seksama.

"Ikuti dengan baik, sehingga pelaksanaan haji kita berjalan lancar dan jangan lupa harus mengikuti aturan yang dibuat panitia, jangan coba inisiatif sendiri karena semua sudah ada aturannya," katanya.

Irna mengatakan, kurang lebih masih ada waktu 23 hari hingga nanti berangkat haji ke Mekkah. Oleh sebab itu, ia berharap waktu ini dimanfaatkan untuk berdo'a dan memohon maaf atas apa yang telah dilakukan.

"Di Mekkah semua yang kita lakukan dibalas langsung oleh Allah SWT, mohon maaf kepada orang yang pernah kita gibahi karena yang menghambat ampunan Allah SWT adalah orang yang sombong," ujarnya.

Menurutnya, yang berangkat haji ini merupakan manusia pilihan karena tidak semua orang punya kesempatan ditambah ada pembatasan quota haji.

"Yang berpangkat dan yang kaya drajatnya sama, di tanah suci tidak ada yang beda karena berhaji itu adalah rindu akan kebaikan dan melaksanakan rukun islam yang ke lima," katanya.

Tidak ada komentar